Live Chat
ads
Nutrisi

Plantbased, Pola Makan yang Lebih Ramah untuk Bumi!

05 Nov | Diposting Oleh Klinis

Plantbased, Pola Makan yang Lebih Ramah untuk Bumi!

Diet nabati atau biasanya disebut sebagai Plantbased adalah pola makan yang sebagian besar mengonsumsi sayur dan buah-buahan.

Tentu banyak yang menganggap bahwa diet plantbased sama seperti diet vegan. Padahal tidak sama.

Pengertian diet plantbased  hanya mengonsumsi makanan nabati, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan yang menjadi fokus utamanya. Tetapi, mereka juga terkadang mengonsumsi daging, ikan dan produk susu.

Pola makan nabati juga fokus pada makanan utuh yang sehat, bukan makanan olahan.

Dibalik diet plantbased yang fokus kepada makanan nabati, ternyata diet ini memiliki segudang manfaat untuk tubuh loh!

Menurut Krista Linares, RDN, MPH, ahli diet dan pendiri Nutrition.com di Raleigh, North Carolina, mengatakan ada dua alasan utama melonjaknya popularitas diet plant based, salah satunya adalah kekhawatiran karena pemanasan global yang menyebabkan pilihan pola makan plantbased dipilih karena dinilai lebih ramah lingkungan.

Maka dari itu, diet ini mulai diminati oleh semua orang dari berbagai kalangan. Dan tentu jenis makanan yang dikonsumsi lebih bervariasi, karena dapat memberikan nutrisi kompleks ke dalam tubuh kita, dan bisa meningkatkan sistem imun kita loh secara tidak langsung!

Berikut adalah daftar makanan yang dikonsumsi untuk diet nabati :

1. Buah-buahan

Orang yang mengikuti diet plant based dapat makan semua jenis buah. Pola makan nabati meliputi semua buah-buahan.

2. Sayuran

Diet plant based yang sehat mengandung banyak sayuran. Termasuk beragam sayuran berwarna yang menyediakan berbagai macam vitamin dan mineral, seperti brokoli, paprika, bit, tomat, wortel, dll.

3. Umbi-umbian

Umbi adalah sumber karbohidrat dan vitamin yang baik. Jika seseorang tengah mengonsumsi makanan diet plant based, umbi-umbian bisa menjadi pilihannya, antara lain : Ubi, kentang, labu.

4. Polong-polongan

Polong-polongan adalah sumber serat dan protein nabati yang sangat baik seperti buncis, kacang tanah, kacang polong, kacang merah dan kacang hitam.

5. Biji-bijian

Biji adalah camilan yang enak sekaligus cara mudah untuk menambahkan nutrisi tambahan ke dalam salad atau di atas sup. Salah satunya, biji wijen mengandung kalsium dan biji bunga matahari adalah sumber vitamin E yang baik. Selain itu, nutrisi dapat didapat dari biji rami, chiaseed.

6. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan adalah sumber protein nabati dan vitamin yang baik, seperti selenium dan vitamin E.Perbanyak mengonsumsi kacang-kacangan seperti: Kacang brazil, Kacang almond, Kacang mete.

7. Lemak Sehat

Sangat penting untuk mengonsumsi lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal, serta asam lemak omega-3.

Sumber lemak nabati untuk menu diet plant based meliputi: alpukat, minyak zaitun, kacang kenari. m

8. Whole Grains

Whole grains adalah sumber serat yang sangat baik dan membantu menjaga gula darah stabil. Mereka juga mengandung mineral penting, seperti magnesium, tembaga, dan selenium.

Contoh whole grains termasuk: Beras merah, Biji gandum, Roti gandum, Gandum hitam, dll.

9. Susu Nabati

Berbagai asupan susu nabati banyak tersedia di sekitar kita, seperti susu kedelai, susu kelapa dan berbagai pilihan susu nabati lainnya. Pastikan kandungan gula yang tidak berlebih setiap mengonsumsi susunya ya!

10. Minuman

Selain makanan, minuman juga ada aturannya dalam menerapkan diet plant based. Tentu daftar minuman di bawah ini sebaiknya dikonsumsi dengan rendah atau tanpa gula. Seperti : kopi dan teh, wine, jus segar.

Penuhi kebutuhan gizi yang terencana dengan tepat, maka tubuh kita akan mendapatkan efek postif.

Hindari makanan yang memiliki kadar gula berlebih, makanan cepat saji, makanan kemasan, daging olahan dan lain sebagainya. Apabila kita tidak memilah makanan yang akan kita konsumsi, maka diet plantbased tidak akan memberikan efek maksimal terhadap tubuh kita.

Karena dibalik Diet Plantbased, terdapat manfaat diantaranya :

1. Manajemen Berat Badan yang Lebih Baik

Penelitian di The Permanente Journal menunjukkan bahwa orang yang diet plant based cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dan tingkat obesitas, diabetes, dan penyakit jantung yang lebih rendah daripada mereka yang makan daging.

Pola makan nabati tinggi serat, karbohidrat kompleks, dan kadar air dari buah dan sayuran. Ini dapat membantu menjaga orang merasa kenyang lebih lama dan meningkatkan penggunaan energi saat beristirahat.

Sebuah studi tahun 2018 menemukan bahwa diet plant based efektif untuk mengatasi obesitas.

Dalam studi tersebut, para peneliti menugaskan 75 orang yang kelebihan berat badan atau memiliki obesitas baik untuk pola makan vegan atau kelanjutan dari pola makan reguler mereka, yang mengandung daging.

Setelah 4 bulan, hanya kelompok vegan yang menunjukkan penurunan berat badan yang signifikan 6,5 kilogram.

Kelompok vegan juga kehilangan lebih banyak massa lemak dan melihat peningkatan sensitivitas insulin, sedangkan mereka yang mengkonsumsi makanan biasa dengan daging tidak.

Sebuah studi tahun 2009 dari American Diabetes Associations pada lebih dari 60.000 orang juga menemukan bahwa vegan memiliki BMI rata-rata terendah, diikuti oleh vegetarian lacto-ovo (mereka yang makan susu dan telur) dan pescatarian (orang yang makan ikan tetapi tidak ada daging lain).

Kelompok dengan BMI rata-rata lebih tinggi adalah nonvegetarian.

2. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Kondisi Lainnya

Sebuah studi Journal of American Heart Association menemukan bahwa orang dewasa paruh baya yang makan makanan nabati yang sehat dan produk hewani yang rendah memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Menurut American Heart Association, menerapkan diet plant based juga dapat mengurangi risiko:

3. Pencegahan dan Pengobatan Diabetes

Diet plant based dapat membantu orang mencegah atau mengelola diabetes dengan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi resistensi insulin.

Dari 60.000 orang yang dipelajari pada tahun 2009, hanya 2,9 persen orang yang menjalani diet vegan menderita diabetes tipe 2, dibandingkan dengan 7,6% dari mereka yang makan diet nonvegetarian.

Orang yang makan makanan vegetarian yang termasuk produk susu dan telur juga memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 daripada pemakan daging.

Para peneliti juga melihat apakah mengikuti diet plant based dapat membantu mengobati diabetes.

Para peneliti ulasan tahun 2018 dalam Current Diabetes Reports menunjukkan bahwa diet vegetarian dan vegan dapat membantu penderita diabetes mengurangi kebutuhan pengobatan mereka, menurunkan berat badan, dan meningkatkan penanda metabolisme lainnya.

Diet plant based dianjurkan kepada orang-orang dengan prediabetes atau diabetes tipe 2. Sementara veganisme menunjukkan manfaat terbesar, para peneliti menyatakan bahwa semua pola makan nabati akan mengarah pada peningkatan.

Orang yang ingin mencoba pola diet plant based harus mencoba yang menurut mereka dapat mengikuti jangka panjang.

Harvard Health Publishing memaparkan ada banyak varian bentuk pola makan vegetarian atau diet plant based.

Pertama ada semi-vegetarian atau flexitarian mencakup konsumsi telur, makanan olahan susu, dan terkadang daging, unggas, ikan, dan makanan laut.

Kemudian pescatarian mencakup telur, makanan olahan susu, ikan, dan makanan laut, tetapi tidak konsumsi daging atau unggas.

Vegetarian (diet plant based) meliputi telur dan makanan olahan susu, tetapi tidak ada daging, unggas, ikan, atau makanan laut. Vegan juga tidak makan hewani.

Demikian penjelasan mengenai pola plantbased. Semoga dapat memberikan informasi buat kamu yang ingin merasakan kebaikan dari nabati untuk tubuh yang lebih sehat!

Source www.orami.co.id/magazine/diet-plant-based/

Photo t4.ftcdn.net/jpg/02/75/38/79/240_F_275387965_IFoSWXM43gCmSJLuUFeloK4WS6ZM3fEB.jpg

ads
Pencarian
Tags
ads