Live Chat
ads
Makanan Sehat

Tempe, Pahlawan Melawan Berbagai Penyakit

08 Sep | Diposting Oleh Klinis

Tempe, Pahlawan Melawan Berbagai Penyakit

Tempe merupakan makanan yang terbuat dari bahan dasar kedelai. Tempe dibuat dengan memanfaatkan jamur Rhizopus sp yang banyak dikenal masyarakat dalam memfermentasi kedelai. Rhizopus sp merupakan kapang yang penting sebagai penghasil berbagai enzim seperti amilase, protease dan lipase. (Endrawati & Kusumamingtyas, 2017) Salah satu senyawa yang dihasilkan oleh fermentasi ini adalah Isoflavon. 

Isoflavon adalah salah satu jenis fitoestrogen yang terdapat dalam kedelai, termasuk genistein dan daidzein. Setiap gram protein kedelai dalam makanan yang terbuat dari kedelai mengandung sekitar 3-4 mg isoflavon (Messina and Redmond, 2006). Banyak manfaat dari makanan yang terbuat dari kedelai untuk kesehatan. Hal ini berhubungan dengan fitoestrogen kedelai. Fitoestrogen dapat bekerja dengan cara yang mirip dengan hormon estrogen, namun fitoestrogen bersifat jauh lebih lemah daripada hormon estrogen (Coldham dkk, 1997). Beberapa fitoestrogen (isoflavon) diperkirakan bekerja lebih lemah sekitar 100 hingga 100.000 kali lebih lemah daripada hormon estrogen yang dibentuk tubuh secara alamiah (Messina dkk, 2006). Fitoestrogen dapat memberikan efek normalisasi pada level estrogen tubuh (Kurzer, 2000). Jika seorang wanita memiliki level estrogen tinggi yang mungkin didapat dari pil kontrasepsi, maka fitoestrogen dapat menguranginya dengan cara mengikat pada reseptor estrogen dan menghalangi akses dari estrogen yang lebih kuat. Namun sebaliknya, ketika seorang wanita memiliki tingkat estrogen yang rendah, seperti pada wanita pasca-menopause, maka sifat lemahnya fitoestrogen dapat mengembalikan estrogen dalam tubuh menjadi lebih normal dan dapat meringankan gejala menopause. Makanan dari kedelai dapat mengurangi resiko kanker payudara. Tidak ada bukti bahwa kedelai memberi efek buruk terhadap pertumbuhan dan kesehatan reproduksi manusia. Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa kedelai mengganggu kesuburan atau mengubah perkembangan seksual pada manusia. (Susianto, Majalah Prevention, 2011)

Selain itu, produk kedelai dapat meningkatkan kelangsungan hidup dari penderita kanker paru-paru, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology. Dalam The Shanghai Women’s Health Study, 444 wanita didiagnosis menderita kanker paru-paru. Peneliti memeriksa diet para wanita sebelum dan setelah diagnosis kanker mereka. Mereka yang banyak makan produk kedelai mengurangi risiko kematian hampir setengahnya, dibandingkan dengan wanita yang sedikit makan kedelai.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa produk kedelai mengurangi risiko terkena kanker paru-paru, dan memiliki kemampuan yang sama untuk mengurangi risiko kanker payudara dan kanker prostat.

Jadi, setelah membaca artikel ini, jangan bosan-bosannya makan tempe setiap hari ya! 

Sumber :

Yang G, XO Shu, Li HL, et al. Prediagnosis Konsumsi Makanan Kedelai dan Kanker Paru Survival pada Wanita. J Clin Oncol. Dipublikasikan online pada tanggal 25 Maret 2013.
Yang G, XO Shu, Chow WH, et al. Asupan makanan kedelai dan risiko kanker paru-paru: bukti dari Health Study Wanita Shanghai dan meta-analisis. Am J Epidemiol. 2012; 176:846-855.

Susianto, Majalah Prevention, 2011.

Wartazoa Vol. 27 No 2 Th. 2017. Beberapa fungsi Rhizopus sp dalam Meningkatkan Nilai Nutrisi Bahan Pakan.

ads
Pencarian
Tags
ads